10
Feb
09

KULTUR POLITIK DAN MULTI PARTAI : Kendala lahirnya Obama Indonesia

barack_obama-3

Tertarik atas tulisan saudara Supadiyanto di KabarIndonesia edisi 9 Februari 2009 yang berjudul: Siapakah “Obama Indonesia” itu? Penulis melihat saudara Supadiyanto sangat peka dalam membaca kondisi yang ada di masyarakat. Terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika tidak hanya menjadi gempita di Amerika tetapi termasuk juga Indonesia seakan ikut menjadi bagian dari keberhasilan Obama menduduki kursi no 1 di Amerika Serikat. Hal tersebut timbul dikarenakan ada goresan sejarah kehidupan Obama dan Indonesia.

Dan dari sisi inilah saudara Supadiyanto menggugah para calon pemimpin bangsa, yang secara konkrit akan tertuang dalam Pilpres 2009.

Mengharapkan kelahiran Obama Indonesia seharusnya menjadi cambuk keras bagi para Capres 2009.

Secara impilisit keinginan akan lahirnya Obama Indonesia sebagai bentuk kekecewaan masyarakat atas figur Presiden yang pernah ada. Sudah demikian tipisnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang ada. Hal ini nampak dari banyaknya golput serta keinginan akan lahirnya Obama Indonesia.

Ada 2 faktor yang menjadi kendala lahirnya Obama Indonesia.

Pertama: Kultur politik di Indonesia.

Kedua : Adanya sistim multi partai.

Pencalonan seorang Presiden tentu saja tidak lepas dari peran partai politik dimana seorang Calon Presiden dibesarkan. Hal ini juga berlaku di negara manapun tidak terkecuali di Amerika Serikat. Yang menjadi pembeda antara Indonesia dan Amerika adalah: Kekuatan karakter seorang calon presiden Amerika harus memiliki nilai jual yang tinggi, jauh lebih tinggi dibanding nilai jual partai pendukungnya. Hal ini menyebabkan nilai “hutang budi” seorang Presiden terpilih tidak sedemikian besar terhadap partai pendukungnya. Hal ini berdampak positif bagi Presiden terpilih. Presiden terpilih dapat melaksanakan tugas dan membuat kebijakan tanpa banyak dipengaruhi oleh suara partai. Semua kebijakan yang diambil hanya terfokus pada kepentingan negara.

Di Indonesia hal ini justru berlawanan. Keberhasilan seseorang menjadi Presiden RI sangat bergantung pada kekuatan partai yang mendukungnya. Tak heran bila dalam proses pemilihan presiden sering terjadi koalisi antara beberapa partai. Tanpa dukungan partai yang kuat seorang capres sulit untuk lolos menjadi Presiden RI. Hal ini berdampak pada tingginya rasa hutang budi seorang presiden terpilih terhadap partai yang mengusungnya. Faktor negatif yang timbul diantaranya adalah kebijakan yang diambil selaku Presiden RI banyak dipengaruhi oleh bisikan partai pendukungnya. Ancaman tidak tertulis bagi seorang Presiden yang tidak melaksanakan amanah partainya adalah dicabutnya dukungan terhadap presiden tersebut dalam pemilihan presiden periode berikutnya. Hal ini sangat nampak disaat seorang presiden menyusun anggota kabinetnya. Target prosentase anggota parpol pendukung yang harus duduk di kabinet menjadi acuan utama dibanding pertimbangan kemampuan seseorang untuk memimpin sebuah departemen. Maka tak heran bila kita melihat sebuah departemen di Indonesia dipimpin oleh seorang menteri yang sama sekali tidak memiliki kemampuan intelektual di departemen yang dipimpinnya.

Sistim 2 partai yang ada di Amerika Serikat menyebabkan seorang Calon Presiden harus mengantongi dukungan 50% lebih dari total suara dalam pilpres. Hal ini menimbulkan sortasi alami bagi para kandidat calon Presiden Amerika Serikat. Hanya seorang yang berdedikasi tinggi dan memiliki rangkaian sejarah cukup bersih yang akan mampu memperoleh dukungan 50% lebih rakyat Amerika Serikat. Dampak positif yang timbul disini adalah keberadaan seorang Presiden Amerika serikat akan menjadi solid, karena dia sudah berpijak diatas kepercayaan 50% lebih rakyat Amerika Serikat.

Sisitim multi partai yang ada di Indonesia menyebabkan seorang Calon Presiden meiliki target dukungan yang jauh lebih kecil dibanding Presiden Amerika Serikat. Dengan analogi ada 5 capres yang maju dalam pilpres maka seorang calon presiden cukup memiliki 20% lebih suara untuk menduduki kursi kepresidenan. Secara logika apabila arah kebijakan seorang Presiden terpilih berpihak pada kepentingan para pendukungnya, maka hanya 20% rakyat Indonesia yang mendapatkan kesejahteraannya. Presiden yang terpilih hanya dengan bermodalkan 20% suara rentan terhadap goncangan. Hal ini disebabkan karena presiden terpilih hanya berpijak diatas kepercayaan 20% rakyat Indonesia. Selebihnya cenderung berposisi sebagai oposisi yang selalu mencari kelemahan pemerintah yang berkuasa guna dijadikan palu pemukul untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat itu.

Bisa kita bayangkan bagaimana rasanya hidup di sebuah negeri yang selalu dihantui bayang-bayang kudeta. Kita semua sadar bahwa kudeta adalah produk elite politik tingkat atas, tapi dampak kehancuran sebuah kudeta akan selalu menjadi kado penderitaan bagi rakyat kecil dan miskin. Kelahiran Obama Indonesia hanya sebuah mukjizat bagi bangsa Indonesia.

Salam: Ki Semar

Iklan

2 Responses to “KULTUR POLITIK DAN MULTI PARTAI : Kendala lahirnya Obama Indonesia”


  1. 1 Muh. Yusri
    Maret 29, 2009 pukul 7:43 pm

    karena banyaknya partai yang ada maka menimbulkan banyak dampak negatif pada bangsa ini, saya khawatir bangsa tanah air kita ini akan terpecah-belah di masa akan datang.

  2. Maret 29, 2009 pukul 8:43 pm

    Tanggapan utk sdr: Muh. Yusri

    Pas sekali tanggapan sdr. Muh. Yusri.
    Resiko terbesar dari sistim multi partai adalah rentan
    terhadap perpecahan persatuan dan kesatuan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Aku menulis hanya sebatas nalar yang aku punya. Maka tak heran bila terkadang terkesan ugal-ugalan dan berbeda pendapat dengan anda. Salam: Ki Semar

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d blogger menyukai ini: