22
Feb
09

Golkar Bidikan Operasi Intelijen Orde Baru

js

Dalam hitungan hari menjelang Pemilu 2009 Golkar membuat langkah gebrakan yang menyebabkan perubahan drastis peta kekuatan serta peta koalisi partai peserta Pemilu 2009. Putusnya koalisi Golkar dengan PD, pencalonan Jusuf Kalla sebagai Capres Golkar, Penjaring Capres dari Partai Golkar menimbulkan spekulasi baru dikalangan Partai Politik peseta Pemilu.

Analisa terbaru yang sempat penulis tidak percaya adalah adanya gerakan terorganisir yang dilakukan oleh kader Golkar (asal bukan agen parpol lain) untuk menjatuhkan Jusuf Kalla secara pribadi dan Golkar sebagai suatu organisasi dari kancah perpolitikan nasional. Adakah campur tangan eks Orde Baru dalam masalah ini ?

Orde Baru sebagai suatu era kepemimpinan telah berakhir ditahun 1998 yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan di Republik ini. Tetapi rentang waktu 30 berkuasa tentu saja telah membuat Orde Baru memiliki kader yang cukup tangguh dan tersebar luas di berbagai elemen yang ada di negeri ini. Salah satu warisan yang masih dapat dilihat dengan mata telanjang adalah Partai Golkar.

Fakta yang tak dapat dipungkiri adalah Partai Golkar dapat tumbuh dan berkembang berkat fasilitas istimewa dari pemerintah Orde Baru. Tujuan utama Orde Baru adalah akan menjadikan Golkar sebagai pilar kekuasaan Orde Baru disamping ABRI.

Gerakan Reformasi pada tahun 1998 membuat kekecewaan yang dalam bagi seluruh elemen Orde Baru terhadap Golkar. Pada kenyataannya Golkar sebagai organisasi besar dianggap tidak mampu membendung arus gelombang Reformasi. Slogan Golkar untuk membersihkan kadernya dari unsur Orde Baru semakin mempertajam konflik antara Golkar dan Orde Baru. Di mata Orde Baru Golkar dianggap pengkhianat laksana “kacang lupa pada kulitnya”

Rasa dendam di hati unsure Orde baru jelas ada. Untuk melampiaskan dendam ini maka langkah pertama yang diambil oleh Orde Baru adalah mengumpulkan kadernya yang masih memiliki kesetiaan dan loyalitas yang tinggi untuk menyusup kedalam tubuh Partai Golkar. Disinilah operasi intelijen (ciri khas Orde Baru) mulai dilakukan. Misi utamanya adalah menimbulkan perpecahan didalam tubuh Golkar yang akan berujung pada kehancuran Partai Golkar. Sistim penjaringan Capres yang dilakukan oleh Golkar merupakan bentuk konkrit operasi intelijen guna memecah belah persatuan kader Partai Golkar dan memudahkan pihak Orde Baru memasukkan kader setianya untuk menjadi kandidat capres Partai Golkar.

Guna lebih meyakinkan permasalahan ini mari kita coba tengok ke belakang siapa saja yang mengikuti penjaringan Partai Golkar ditahun 2004 dan siapa mereka saat Orde Baru masih berkuasa. Semua akan nampak jelas.

Terjadinya koalisi antara Golkar dan Partai Demokrat merupakan sesuatu yang di luar prediksi operasi intelijen Orde Baru. Orde Baru menganggap koalisi Golkar dengan Partai Demokrat sebagai koalisi terkuat dan stabil. Namun demikian, pengalaman selama 30 tahun memainkan peta politik nasional membuat Orde Baru begitu dinamis dalam melaksanakan operasi intelijennya.

Operasi intelijen dilakukan dalam 2 tahapan:

Pertama: Penghancuran koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Operasi dijalankan dengan sistim adu domba antara Sby dan Jk. Dihembuskanlah angin yang mengabarkan bahwa Partai Demokrat banyak melakukan tekanan dan penghinaan terhadap Partai Golkar yang ada di daerah. Isyu yang berhembus tersebut membuat kemarahan Jusuf Kalla selaku Ketua Umum Partai Golkar. Hal ini diperparah dengan dorongan moril kepada Jusuf Kalla untuk tampil sebagai pesaing Sby dalam Pilpres 2009.

Operasi intelijen berhasil. Secara resmi Partai Golkar mengumumkan untuk memilih Capres dari Partai Golkar, yang berarti berakhir pula koalisi Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Kedua: Penghancuran Golkar sebagai sebuah Partai Politik.

Secara fatsoen seorang Ketua Umum Partai Politik secara otomatis akan menjadi Capres yang diusung partai tersebut. Aturan yang demikian tidak berlaku untuk Partai Golkar. Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar masih harus bersaing ketat dengan para calon hasil penjaringan. Hal ini sangat membuka peluang untuk timbulnya perpecahan di dalam tubuh partai. Secara alami nurani manusia sulit untuk menerima sebuah kekalahan dengan hati yang tulus. Demikian juga para tokoh hasil penjaringan Capres Partai Golkar.

Pihak yang gagal dalam penjaringan tidak menutup kemungkinan untuk menjegal rekannya yang terpilih sebagai Capres yang diusung Partai Golkar. Perpecahan diantara para kader yang berdampak pada melemahnya kekuatan partai Golkar tidak dapat dihindarkan. Golkar akan mengalami kondisi yang lebih buruk pada Pemilu 2009 dibanding Pemilu 2004. Sekali lagi operasi intelijen telah berhasil.

Pertanyaan yang harus terjawab oleh Partai Golkar adalah: Siapakah pelaku operasi intelijen di tubuh Partai Golkar. Untuk menjawab ini semua maka kewajiban kader Partai Golkar untuk merenung kembali siapa yang paling keras menyuarakan pemutusan koalisi dengan Partai Demokrat serta dari mana inspirasi untuk menggunakan sistim penjaringan Capres Partai Golkar. Dalam hal ini hanya Partai Golkar lah yang bisa menjawab.

Salam: Ki Semar

Iklan

2 Responses to “Golkar Bidikan Operasi Intelijen Orde Baru”


  1. 1 rendy
    Desember 3, 2009 pukul 11:01 am

    sudah, BUBARKAN saja Golkar yang memang produk Orba, yang sudah jelas2 merusak bangsa ini lewat KKN y, saya kurang mengerti kenapa partai ini tidak di bubarkan di waktu Reformasi yg dengan gengap gempita berhasil menjatuhkan Soeharto, knp bisa seperti itu y Ki? dari tulisan ki semar jadi menurut anda Golkar akan di hancurkan dari dalam oleh orang dalam yang masih loyal dengan Orba, klw menurut hemat saya bukan dihancurkan tapi di Re-Born dilahirkan kembali dengan orang2 orba itu sendiri sebgai leadernya.

    Terimakasih

  2. Desember 4, 2009 pukul 1:01 am

    Pada prinsipnya orang yang ada didalam tubuh Golkar adalah orang yang menjadikan Partai Politik (Golkar) sebagai tempat numpang hidup. Mereka tak peduli lagi Golkar sebagai Partainya Soeharto ataupun bukan. Yang terpenting bagi mereka adalah : SIAPA YANG KUAT DAN BERKUASA DISANALAH PERAHU GOLKAR DI SANDARKAN. DENGAN DEMIKIAN MEREKA TETAP BISA NUMPANG HIDUP.

    Kalau saja saya bisa berandai-andai bahwa PKI masih ada dan menjadi Partai Penguasa maka saya yakin Golkar akan merapat ke PKI.

    Dimana ada Gula disana ada Golkar. Dengan pola yang demikian itu juga Golkar akan sulit dibubarkan, karena Golkar selalu berlindung dibalik ketiak Partai Penguasa.

    Salam: Ki Semar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Aku menulis hanya sebatas nalar yang aku punya. Maka tak heran bila terkadang terkesan ugal-ugalan dan berbeda pendapat dengan anda. Salam: Ki Semar

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

%d blogger menyukai ini: