08
Okt
09

Tertawa Bersama Bung Karno 2

HU024594


Presiden Juga Bisa Minta Ma’af

Pernah suatu hari di Jakarta, BK marah sekali. Delapan orang pengawal dikumpulkan lalu ditempeleng satu per satu. “Saya mohon Bapak sabar dulu …,” kata Mangil, salah satu korban kemarahan. Belum sampai habis bicara, BK membentak Mangil, “Diam!” Anggota pengawal yang baru saja menerima hadiah bogem mentah itu saling melihat satu sama lain dan semua ketawa kecil.

Setelah kembali ke istana, Bung Karno memanggil Mangil, dan berkata, “Mangil, kau mau tidak memaafkan Bapak? Bapak meminta maaf kepada anak buahmu. Ternyata Bapak berbuat salah kepada anak buahmu.”

“Tidak apa-apa, Pak,” jawab Mangil. Kemudian Bung Karno merangkul Mangil. Belakangan diketahui, BK telah menerima laporan yang salah dari orang lain mengenai salah satu anak buah Mangil.

Banyolan Pengawal Pribadi

Seperti biasanya Bung Karno pergi sore hari bersama Ibu Fatmawati dengan mobil. Mobil Bung Karno di garasi tidak dapat distarter oleh Pak Arif, sopirnya. Begitu tutup mesinnya dibuka, ternyata accu-nya tidak ada.

Accu mobil dipakai oleh ajudannya tanpa memberi tahu terlebih dahulu kepada Pak Arif dan tanpa seizin Bung Karno. BK pun marah. Anggota pengawal pribadi tak berani berkutik. Mereka malah bersikap sempurna dengan berdiri tegap, juga tidak berani bergerak sedikit pun, kecuali matanya yang kedap­kedip, sehingga BK tertawa melihatnya.

Prihatin Yang Memprihatinkan

Biasanya, kalau BK sedang marah, tidak ada yang berani menghadap, kecuali Prihatin, salah seorang anggota Polisi Pengawal Pribadi Presiden. Ketika makan bersama di Istana Tampaksiring di Bali, BK berkata, “Kamu orang itu terlalu. Kalau saya sedang marah, selalu Prihatin yang kau suruh menghadap. Dia sering saya semprot dan saya tahu dia tidak salah. Saya merasa kasihan sama Prihatin. Besok kalau saya ke luar negeri, Prihatin akan saya ajak. Lha mbok kalau saya sedang marah, yang disuruh menghadap saya seorang wanita cantik dengan membawa map surat-surat yang harus saya tanda tangani, ‘kan saya tidak jadi marah. Jullie te erg. Lagi-lagi Prihatin yang datang!” Betul saja, waktu BK pergi ke Kanada, Prihatin diajak.

Kaca Mata

BK juga pernah marah sekali dan berkata, “Godverdomme. Saya tidak akan berangkat kalau kacamata Bapak tidak ada.” Saat itu BK hendak membaca surat dalam perjalanan dari istana ke lapangan terbang Kemayoran. Ternyata kacamatanya tertinggal di istana.

Radio Kenangan

Suatu pagi Bung Karno jalan kaki mengelilingi istana. Dari arah kamar ajudan presiden, ia mendengar suara radio diputar keras. Ia bertanya kepada seorang pengawalnya, “Siapa itu yang nyetel radio keras-keras?” Polisi pengawal menjawab, bahwa radio itu ada di dalam kamar ajudan. Sang presiden masuk ke ruang ajudan itu, dan berkata, “Kunnen jullie niet leven zonder radio?” (Tidak dapatkah kalian hidup tanpa radio [keras-keras]). Kebetulan yang ada di ruang itu Kapten Andi Jusuf, yang dijadikan umpan oleh Gandhi dan Mangil.

Salam: Ki Semar

Iklan

6 Responses to “Tertawa Bersama Bung Karno 2”


  1. 1 ajikinai
    Oktober 8, 2009 pukul 10:06 pm

    mas, fotonya editan ya???
    foto baholak kok jernih banget…

  2. Oktober 8, 2009 pukul 10:56 pm

    Wah postingnya menarik, fotonya juga bagus kok. Perkenalkan saya Fauzi Arek Suroboyo.

  3. Oktober 9, 2009 pukul 6:47 pm

    Tanggapan utk Mas: Ajikinai

    Mas Aji pertama-tama aku ucapin terimakasih atas singgahnya di blogku
    yang sederhana ini.
    Mengenai foto terus terang aku dapat dari temanku yang kebetulan sekolah
    di luar negeri. Dia bilang bahwa justru di luar negeri usaha mengumpulkan foto Bung Karno begitu di gemari. Yang jelas Foto itu bukan editan, cuma dengan tekhnologi yang canggih mungkin (Aku Gaptek) bisa kondisinya menjadi demikian.
    Aku ada koleksi sekitar 200 foto, dan pasti aku bagikan semua ke teman-teman. Besok aku postingkan lagi.

    Salam persahabatan dari aku dan jangan lupa tinggalkan cap jempol di blog ini. He…He.

    Salam: Ki Semar

  4. Oktober 9, 2009 pukul 6:52 pm

    Tanggapan utuk: Mas Ajikinai.

    Ya mas ini cerita lama, dan mudah-mudahan sedikit bermanfaat. Kalau mas Aji punya ceria lucu dalam kehidupan Bung Karno sehari-hari bagi dong, jangan di umpetin. Karena dengan demikian persahabatan akan semakin erat ditambah lagi koleksi kita tentang Bung Karno semakin lengkap.

    Salam hormat: Ki Semar

  5. Oktober 9, 2009 pukul 6:58 pm

    Hallo mas Bizklik, yok opo kabare Suroboyo rek !!

    Senang berkenalan dengan anda. Kalau mas Bizklik suka akan foto-foto Soekarno aku pasti bagi-bagikan. Jangan kuatir nanti aku akan posting lagi. Aku punya sekitar 200 foto Bung Karno. Tapi jangan lupa untuk nempel di kolom komentar.

    Salam persahabatan dari aku.

    Ki Semar

  6. 6 Soekarnois
    Desember 2, 2010 pukul 3:51 pm

    saya sangat menggemari bung Karno.,,.__
    terima kasih atas bLog ny.,,__
    ‘apakah benar justru di Luar negri gemar mengoLeksi foto bung Karno..,..?
    saLam persahabatan dari aku.
    MERDEKA…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Aku menulis hanya sebatas nalar yang aku punya. Maka tak heran bila terkadang terkesan ugal-ugalan dan berbeda pendapat dengan anda. Salam: Ki Semar

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: