02
Nov
09

Tertawa Bersama Bung Karno 4

sukarnotumb

Latar belakang seorang pemimpin pada dasarnya akan menentukan corak kepemimpinannya dimasa mennadatang.

Rumus diatas ternyata menimpa pula sang Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Kita semua tahu bahwasanya Bung Karno dibesarkan didunia politik dan jauh dari dunia militer, hal ini berdampak sangat besar pada saat Bung Karno telah menjabat Presiden RI. Dibanding dengan para politikus dan tokoh partai maka dapat dikatakan hubungan Bung Karno dengan ABRI dirasa kurang mesra terlebih dengan AD. Era kepemimpinan Soekarno merupakan masa kejayaan tokoh partai dan kalangan politikus sementara ABRI bagaikan suatu lembaga yang nyaris terabaikan. Hal ini terkadang menimbulkan suasana yang cukup menegangkan, atau bahkan sering menimbulkan cerita konyol.

Ada cerita di tahun 1946 BungKarno nanya ke Ajudannya : “Heh, Paimin pangkat kamu apa sekarang?”

“Letnan, Pak”

“Mulai sekarang kamu Kapten” si Paimin yang Kapten itu langsung pulang ke rumah yang letaknya cuman sebelas meter dari Istana Presiden dan jingkrak-jingkrak di depan isterinya. “pangkat aku Kapten sekarang…”

Nggak lama Paimin dateng lagi ke Istana, dan lihat Bung Karno lagi ngobrol dengan seseorang. Bung Karno yang lagi ketawa-tawa itu nanya sama orang disebelahnya. “Lihat tuh paimin baru tadi saya naikkan pangkatnya menjadi Kapten”

“Hah, Kapten??” sergah orang yang ditanyai Bung Karno.

“Ya memang kenapa…ketinggian ya?” tanya Bung Karno.

“Bung, asal Bung tahu ajudannya Ratu Inggris saja itu Kolonel penuh seorang Obers, masak ajudan bung cuman Kapten.

Muka Bung Karno merah, lalu Bung Karno panggil itu Paimin. “Heh,Paimin kesini kamu”

“Siap Presiden”

“Mulai sekarang Pangkat kamu Mayor” kata Bung Karno sambil garuk-garuk jidatnya. Terus tangan Bung Karno notok badan Paimin. “Kalo dadi ajudan sing tenanan ojo keakehan gojekan”

“Siap Presiden”

Paimin mukanya pucat, bayangkan enggak sampai dua jam pangkatnya naik dua kali.

Kata Brigjen Sugandhi, eks Ajudan Bung Karno…kalo mau jadi ajudan itu harus rela jadi Paidon (diludahin) ini ungkapan Jawa untuk mengartikulasi peran ajudan yang bersedia menerima sumpah serapah majikannya bila nggak mood. Brigjen Sugandhi inilah yang mengadu ke Bung Karno bahwa dia mendengar PKI mau berontak dari DN Aidit, hanya saja aduan Sugandhi ditentang oleh Maulwi Saelan, ajudan Bung Karno juga yang adiknya menikah dengan Jenderal Jusuf.

Salam: Ki Semar

Iklan

0 Responses to “Tertawa Bersama Bung Karno 4”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Aku menulis hanya sebatas nalar yang aku punya. Maka tak heran bila terkadang terkesan ugal-ugalan dan berbeda pendapat dengan anda. Salam: Ki Semar

November 2009
S S R K J S M
« Okt   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

%d blogger menyukai ini: